Buah tangan dari BSBC

Mar 22nd, 2011 | By | Category: Bisnis, Informasi, Saya dan Keluarga

Sekali lagi saya ucapkan terimakasih atas semangat yang diberikan oleh Sobat KMM #transformers saya, Bro Edi SK yang sudah membuat saya bersemangat untuk ikut serta dalam pertemuan TDA Tangerang yang kali ini diundang oleh komunitas BSBC (BSD Society Business Club) yang ternyata didalamnya ada Om Yanto juga pada hari Sabtu kemarin tanggal 19 Maret 2011 di RM Telaga Seafood BSD.

Alhamdulillah walau sempat sedikit grogi memasuki pelataran RM Telaga Seafood BSD Serpong, akhirnya sampai juga di sana. Di lokasi dimana diadakan kegiatan meeting BSBC. Dalam pertemuan kali ini, BSBC mengudang BP2T Kota Tangerang Selatan (Badan Pelayanan Perijinan Terpadu) yang diwakili oleh Bapak Suharno dan Bapak Irfan dan Bank Jabar Banten (BJB) KC BSD dengan Bapak Herry Yanson. Kali ini tema yang diambil adalah Outlook Perekonomian Kota Tangerang Selatan Tahun 2011 ini.

Acara dibuka oleh Presiden BSD Society Bapak Aji. Beliau menjelaskan dengan singkat ikhwal berdirinya BSD Community yang pertama kali dibentuk oleh para penghuni komplek Bumi Serpong Damai yang secara alami akhirnya banyak juga penghuni komplek lain di sekitar BSD bahkan sampai hampir Tangerang Selatan (dulu bernama Cipasera) dan tercatat anggota ada yang dari Kelapa Gading Jakarta sampai luar negeri juga.

Kemudian acara dilanjutkan oleh Ketua BSBC, Bapak Ruli yang merupakan pemilik RM Telaga Seafood ini. Beliau menjelaskan ikhwalnya sampai terdampar di BSD. Aseli dari Pasar Lama, Tangerang, Pak Ruli sangat humble dan cair dalam menjelaskan secara singkat riwayat bisnisnya. Inspiring sekali menurut saya pribadi. Setelah bercerita kepada Ibod, sobat dan partnet bisnis saya, ternyata Pak Ruli adalah sobat lama Bapak Sudiro, ayah Ibod. Benar-benar terhubungkan, Alhamdulillah :)

Mungkin catatannya tidak merunut waktunya. Tetapi insya Allah point nya dapat diambil :)

Acara langsung dilanjutkan dengan sharing tentang perizinan usaha dan lokasi usaha yang dibawakan oleh Bapak Suharno. Beberapa point yang penting dan membuka wawasan dan ilmu bagi saya pribadi:

  • BP2T Tangerang Kota sudah mempunyai halaman digital yang dapat diakses di http://www.bp2ttangerangselatan.blogspot.com
  • Sesuai anjuran atasan, kegiatan BP2T diarahkan seperti ban berjalan. Jadi tidak ada berkas yang disimpan, semua berjalan
  • Untuk konsultasi dan biaya akan dibantu hitung
  • Ada komitmen dari BP2T Tangsel untuk membantu perhitungan biaya retribusi
  • Untuk PERDA IMB Tangsel saat ini sedang diproses di DPRD
  • Selain itu PERDA Tata Ruang Kota yang mengatur peruntukan wilayah sedang diproses DPRD juga sehingga jika sudah selesai akan memudahkan pelaku usaha di Tangsel dalam membangun usaha
  • BP2T mengakui ada beberapa bidang dalam lembaga yang masih menggunakan tenaga freelance dikarenakan jumlah PNS atau pekerja masih kurang demikian juga kompetensinya

Setelah itu Bapak Herry Yanson dari BJB BSD yang sharing mengenai prodak dari Bank Jabar Banten dimana sebelumnya peserta meeting BSBC dibagikan kuisioner, alat tulis dan selebaran informasi prodak BJB juga. Beliau juga menyatakan komitmen untuk membantu pembuatan laporan keuangan untuk UKM yang akan menjadi nasabah BJB.

Kemudian beberapa point dari hasil sharing Ketua BSBC yang sekaligus tuan rumah pemilik RM Telaga Seafood, Pak Ruli dapat diambil sebagai berikut:

  • beliau aseli Tangerang, orang Pasar Lama
  • sebelumnya Serpong menurut rencana Pak Habibi akan dibangun sebagai kota satelit Jakarta
  • pada tahun 2011 ini Tangsel mengalami kenaikan target pendapatan menjadi 8,5 % dari target nasional yang hanya 6,4% (agak kurang lengkap apakah ini target makro ekonomi atau istilah yang lain)
  • dari target yang didapat ternyata banyak dikontribusikan oleh sektor tersier dibandingkan sektor primer dan sekundernya. Diantaranya adalah bisnis kuliner
  • hal ini dapat dimaklumi dimana hampir 70% wilayah Tangsel adalah pemukiman
  • dari BSBC sebagai komunitas masih mempertanyakan visi Pemda Tangsel yang akan menjadikan Tangsel sebagai kota niaga, kota wisata atau industri
  • harga tanah di Tangsel lebih mahal dan cenderung naik cepat dibandingkan daerah Bogor atau Bekasi sebagai gambaran, tanah yang dipakai sewa saat ini oleh RM Telaga Seafood harga jual nya sudah mencapai 9jt/m2
  • harga sewa ruko juga mengalami kenaikan cepat sebagai gambaran ruko yang di Boulevard BSD yang tahun kemarin harga sewa 50jt/tahun, tahun ini naik menjadi 100jt/tahun
  • Pak Ruli sangat yakin bahwa ekonomi yang kuat berasal dari grass root bukan ekonomi yang instant
  • jika visi Tangsel akan dibawa menjadi kota apa jelas oleh Pemda, sebagai pelaku usaha kita dapat mencari celah dan peluang dengan melihat ceruk yang belum atau bisa diolah
  • Pak Ruli menjelaskan usaha yang melihat ceruk peluang adalah usaha Ibu Pipie, Pak Andri

Selanjutnya Pak Suyono pemilik Handal Furniture yang mempunya 2 outlet, yang pertama di Gading Serpong dan kemudian kemarin sudah membuka outlet baru di BSD didaulat oleh Om Yanto selaku MC untuk sharing pengalaman bisnisnya. Berikut point-point yang dapat diambil:

  • Pak Suyono asal Kalimantan Barat, tepatnya 12 jam dari kota Pontianak yang sudah 20 tahun meninggalkan kota kelahiran
  • sebelumnya sempat 15 tahun menjadi profesional dengan jabatan top level dengan fasilitas bagus di beberapa perusahaan nasional seperti Astra dan lainnya
  • beliau merintis usaha dari nol. Pernah menjadi juragan angkot, jualan bakso dan lainnya
  • intinya dalam berbisnis dalah keberanian dan bertekad maju, apalagi jika kita sebagai kepala keluarga yang bertanggung jawab penuh kepada istri dan anak-anak
  • beliau berpendapat jika bisnis tidak jalan langsung tutup saja, ganti dengan yang lain
  • tip dari beliau jika kita usaha kuliner dimana dalam jangka waktu 6 bulan yang makan di tempat kita tidak ada setengah meja, sebaiknya ditutup saja
  • semua bisnis tidak ada yang rugi, karena pada dasarnya balik modal sudah pasti dapat
  • beliau menjelaskan bahwa usaha furniture yang digeluti saat ini dimulai dari nol dan tidak berniat atau menyangka akan berbisnis seperti ini, semuanya mengalir saja. Yang pasti beliau belajar cepat untuk hal ini sehingga banyak pabrik atau distributor yang percaya pada toko furniture nya
  • yang terpenting adalah dukungan keluarga terhadap bisnis yang kita rintis
  • kata bijak yang beliau berikan adalah dengan penduduk Indonesia yang sedemikan banyak, peluang dan potensi masih sangat terbentang luas sehingga jangan pernah takut, tidak mungkin tidak hidup jika kita mau berusaha. Beliau mencontohkan warung di pinggir jalan,  pasti ada yang beli

Selepas Pak Suyono, ada seorang Bapak yang saya lupa namanya memberikan semacam summary atau kesimpulan bahwa :

  • di dalam outlook perekonomian yang dibahas menyimpan begitu banyak opportunity bagi kita semua
  • dari beberapa nara sumber yang sharing didapat bahwa kemajuan bisnis sangat didukung oleh interpersonal relationship skill

Kemudian si Bapak tersebut meminta seorang anggota BSBC untuk maju yang ternyata adalah Ibu Sofia yang mempunya usaha klinik spesialis anak ANAKKU yang merupakan franchise dari induknya di Kepala Gading. Klink di BSD milik Ibu Sofia ini sudah berusia 3 tahun. Di klinik ANAKKU menyediakan pelayanan dokter spesialis anak terbaik dan juga jasa bagi anak yang berkebutuhan khusus, seperti autis, hyperactive dan lainnya.

Kemudian member BSBC lainnya diminta tampil yaitu Bapak Diki yang mempunyai usaha kursus pendidikan. Hal ikhwal nya beliau memulai usaha dipaparkannya dimana sebelumnya beliau dipecat dari perusahaan kemudian sambil menunggu panggilan kerja beliau membantu istrinya yang dokter gigi untuk mengajar kursus. Beliau berpendapat bahwa peluang kursus demikian besar dimana kurikulum sekolah yang begitu dalam yang berkejaran dengan waktu sekolah yang kdang tidak terpenuhi kemudian peluang dimana di lingkungan rumahnya banyak sekolah. Saat ini Pak Diki juga akan bersiap membuka cabang.

Acara dilanjutkan dengan tanya jawab dengan pihak BP2T Tangsel yang dapat diambil poin sebagai berikut:

  • Kota Tangsel yang baru terbentuk tahun 2008 dimana PAD (Pendapatan Aseli Daerah) yang dari awal sekitar 400juta meningkat tajam menjadi 1,25 trilyun dimana ini merupakan hasil ynag fantastis
  • dari pelaku usaha di Tangsel didapat kesimpulan bahwa banyak ketidaksiapan SDM
  • masukan dari pihak BP2T kepada para pelaku usaha adalah dengan membuat suatu sekolah atau SMK yang mempunyai fokus siap mencetak SDM yang handal misal di bidang pariwisata atau tata boga dengan bekerja sama dengan Diknas
  • hal itu dapat merujuk dengan sebuah SMK yang didirikan oleh bapak Darsono pemilik UNPAM (Universitas Pamulang) yang menjadi rujukan nasional di bidang teknik mesin
  • untuk izin HO atau UU Gangguan pihak BP2T masih merujuk kepada Perda Kabupaten Tangerang karena untuk Tangsel masih proses
  • beberapa penjelasan terkait HO atau Izin Gangguan juga ditanyakan seperti prosedur IMB terlebih dahulu
  • Pak Irfan juga memberikan panduan singkat menghitung pajak retribusi usaha menjawab pertanyaan salah seorang anggota BSBC

Kemudian Bapak Probo yang sepertinya sudah piawai dan senior dalam bisnis memberikan masukan kepada BP2T untuk Pemda Tangsel bagaimana jika pengurusan izin untuk UKM dimana berkontribusi bagi kemajuan ekonomi daerah dapat dibantu perizinannya seperti di Pemda Majalengka dan Sumedang yang memberikan biaya “zero” atau tidak ada biaya.

Hal ini senada seperti yang diungkap pula oleh Bapak Panca juga dimana nanti perizinan usaha dipermudah karena jika usaha besar Pemda dapat mengambil pajak dari hasil usahanya seperti retribusi dan lain sebagainya.

Ibu Pipie yang mempunyai bisnis delivery service untuk beberapa resto fastfood seperti HokBen, McD dan lainnya juga didaulat oleh MC untuk menceritakan pengalaman bisnisnya. Berikut point yang bisa diambil:

  • diawali oleh sulitnya kerja karena lulusan di bidang Pertanian akhirnya Bu Pipie memulai berbisnis dengan membuka konveksi tas di garasi rumahnya, dari 1mesin berkembang terus hingga kini 200 mesin
  • kemudian membuka usaha di bidang outsourcing delivery service yang melayani resto fastfood yang hingga kini sudah mencapai 900an motor
  • tips yang diberikan oleh Bu Pipie dalam berbisnis adalah rajin bersilaturahmi. beliau mengakui bahwa order-order yang diterimanya adalah dari teman atau rekomendasi temannya
  • kemudian menjalin hubungan baik dengan relasi bisnis juga harus dipelihara
  • artikel tentang Bu Pipie dapat dilihat di sini juga

Acara diakhiri dengan makan siang yang sudah disediakan oleh Telaga Seafood. Terimakasih atas sharing ilmunya dari smeua anggota BSBC, BJB dan BP2t Tangsel. Sakses, sehat dan bahagia untuk Anda semuanya. Amin

Info BSBC : http://bsbc.bsd-society.com

Hatur nuhun.

0saves
If you enjoyed this post, please consider leaving a comment or subscribing to the RSS feed to have future articles delivered to your feed reader.
Tags: , , , , ,

4 comments
Leave a comment »

  1. Assalmualykum, Kang Cece….
    Mantab tulisannya…banyak manfaatnya insyaallah, jazakumullah

    Unang Supriadi
    unangsupriadi.blogspot.com

  2. alaikumsalam Pak Unang,
    terimakasih juga atas atensinya. mugi berkah kanggo sadayanan. amin :)

  3. Thanks Mas cece.
    luar biasa lengkap sekali pemaparannya.
    oalaaa… ternyata temennya Ibod, toh?
    memang connecting is a new wave life style today…

  4. Sama-sama Pak Rully. Saya berbahagia sekali bisa bergabung di komunitas BSBC ini.
    Semoga saya dapat banyak belajar dari Bapak dan kawan lainnya

Leave Comment